Dukung Guru Belajar di TPN 2019

12 Oct, 2019

Apa yang Anda ingat tentang suasana kelas di sekolah dulu?

Bila ingat pengalaman belajar yang menyenangkan, Anda termasuk orang yang beruntung. Karena banyak murid di Indonesia tidak merasakannya. Mereka belajar tanpa paham manfaatnya. Belajar yang membosankan karena mengulang-ulang belaka. Murid datang ke kelas dengan berat hati, dan meninggalkan kelas dengan suka hati.

Apa yang dirasakan murid di dalam kelas sebenarnya menggambarkan kualitas pengajaran di Indonesia. Tidak heran bila kualitas pendidikan di Indonesia masih memprihatinkan. Pada asesmen kompetensi siswa sekolah dasar, ditemukan bahwa mayoritas anak memiliki level literasi yang rendah pada kategori Membaca (46,8%), Sains (73,6%), bahkan pada Matematika mencapai 77,3%. Padahal literasi dalah kemampuan dasar yang dibutuhkan murid untuk mempelajari beragam kompetensi yang lain.

Buruknya kualitas pendidikan tidak lepas dari peranan guru. Sayangnya, uji kompetensi guru menunjukkan rendahnya kompetensi pedagogi (pengajaran) yang rata-rata nasional hanya 48.94. Sebuah capaian yang menggambarkan rendahnya semangat belajar guru. Banyak miskonsepsi yang menghalangi guru untuk terus belajar. 

Bagaimana respon kita terhadap buruknya kualitas pendidikan?

db0bab06-445a-4028-b04e-8877445ff19c.jpg

Selalu ada pilihan dalam merespon. Kita dapat membiarkan kondisi ini dengan menganggap kualitas pendidikan baik-baik saja. Sebagian dari kita cenderung untuk mengeluh, sadar akan persoalan kualitas pendidikan tapi memilih berpangku tangan. Tapi kita punya pilihan lain, terlibat untuk melakukan PERUBAHAN kualitas pendidikan.

Meski masyarakat mempunyai persepsi guru malas belajar, tapi ada ribuan guru yang melakukan aksi nyata untuk melakukan perubahan praktik pengajaran. Meski di tengah keterbatasan, mereka melakukan praktik baik pengajaran, pengajaran yang berorientasi pada murid. Praktik baik tersebut kemudian dibagikan pada guru-guru yang lain, meski tanpa iming-iming dan tanpa ada gelar juara.

Mereka adalah guru penggerak Komunitas Guru Belajar yang setiap tahun berkumpul di Temu Pendidik Nusantara.

Mengapa membantu Temu Pendidik Nusantara (TPN)?

f91dfe09-aaee-489a-9682-1571d7cf0f9e.jpg

Temu Pendidik Nusantara adalah momen perubahan bagi guru dari berbagai daerah. Guru menyaksikan dan mempelajari inovasi pendidikan yang dipraktikkan sehari-hari oleh sesama guru, bukan hanya perkataan teoritis dari para ahli.

Temu Pendidik Nusantara adalah pertemuan tahunan yang mempertemukan pendidik dari berbagai daerah di Indonesia untuk melakukan refleksi, saling berbagi praktik baik, mengembangkan kompetensi, membangun kolaborasi dan merintis karier. Pertemuan ini sekaligus puncak dari Temu Pendidik yang telah diadakan Komunitas Guru Belajar di berbagai kanal dan berbagai daerah di Indonesia sepanjang tahun.

Hasil belajar di Temu Pendidik Nusantara akan dibawa pulang oleh guru penggerak ke daerah masing-masing untuk dipraktikkan, direfleksikan dan disebarkan ke guru yang lain. Perubahan praktik pengajaran yang berdampak nyata pada anak dan berpengaruh pada kualitas pendidikan.

Ayo bantu Guru Belajar untuk hadir, saling belajar dan berbagi praktik baik pengajaran di Temu Pendidik Nusantara 2019.

Ayo temani seribu guru dari lebih 110 daerah untuk melakukan perubahan kualitas pendidikan!

Anda bisa berdonasi dengan dua cara:

Melalui halaman penggalangan donasi TPN 2019

Melalui transfer langsung